Arif Rahman

Penulis Buku : "Ketika Udara Terjungkir Di Bawah Langit Bumi.

Arif Rahman

Jasa Ghost Writer Professional.

Arif Rahman

Arif Rahman dan yulia Diana.

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juni 2014

Memacu Semangat Pewirausaha

Tela’ah Awal Solusi Persoalan UMKM

Perubahan iklim bisnis kepada era yang disebut globalisasi adalah malapetaka yang akan datang pada keberlanjutan usaha kecil dan menengah. Jika suatu bidang usaha tetap ngotot menjadi peserta dari kejamnya persaingan pasar maka tidak ada pilihan selain berada di garda depan adaptasi sistem akuntansi.

Usaha kecil menengah merupakan sektor usaha yang memiliki peran cukup tinggi dalam perekonomian daerah, terutama dalam penyediaan lapangan kerja. Dengan jumlah UMKM mencapai 56,5 Juta sebagaimana data Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia, UMKM di Indonesia menyumbang lebih dari 90% pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Namun demikian jika diteropong dari berbagai sudut pandang, sisi perkembangan usaha kecil menengah akhir-akhir ini cukup memprihatinkan terlebih dengan masuknya berbagai produk impor yang merupakan hasil usaha menengah luar negeri. Belum lagi menjamurnya pasar modern yang menyedot konsumen dari usaha kecil menengah masyarakat lokal. Kondisi demikian akan memperlemah posisi sektor usaha kecil di pasar  Indonesia.

Semakin melemahnya posisi sektor usaha kecil di pasar, dalam jangka panjang akan berdampak pada turunnya taraf hidup masyarakat serta bertambahnya pengangguran. Oleh karenanya diperlukan upaya-upaya yang mengarah pada pengembangan sektor usaha kecil dalam rangka memperbaiki mutu produk  atau jasa sehingga mampu bersaing di pasar global. Menurut Thomas W dan Norman M dalam bukunya ‘ Pengantar Kewirausahaan dan Manajemen  Bisnis Kecil “, sebab-sebab kegagalan bisnis  diantaranya adalah Ketidakmampuan Manajemen. Sedangkan dalam upaya untuk memperbaiki mutu produk diperlukan pengelolaan usaha (manajemen) yang baik, meliputi  aspek permodalan, produksi, pemasaran, sumber daya manusia, dan pembukuan.

Disisi lain, meredupnya jumlah konsumen memang berafiliasi erat dengan perubahan dan persaingan kualitas produk, namun lebih dari itu, seperti halnya orang  lomba lari, jika dilintasan ia tak berlari cukup cepat maka wajarnya ia akan tertinggal. Lebih menggenaskan lagi jika kemudian hal itu bisa saja membuat kita dilindas peserta yang start belakangan. Menurut hemat penulis selama ini pengusaha kecil dan menengah cenderung “mengalah” pada pesaing. Nama global yang dibawa pesaing tidak memacu semangat pewirausaha untuk memadankan usahanya dengan pesaing yang mengusung produk serupa tetapi justru mematahkan semangat juang usaha dengan alasan terkendala pada berbagai hal terutama dalam aspek-aspek yang disebutkan diatas. Karenanya, perlu pembaharuan cara pandang dari pelaku usaha agar penyaduran usaha yang dilakukan sesuai kebutuhan pasar global.

Aspek permodalan  menjadi kendala umum pengusaha kita, namun sebenarnya kendala modal akan teratasi dengan sendirinya jika aspek pembukuan/sistem keuangan perusahaan tersusun rapi sesuai Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik atau yang lebih dikenal dengan sebutan SAK ETAP. SAK ETAP ini ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia untuk perusahaan kecil dan menengah yang dimaksudkan agar semua unit usaha menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Standar ETAP ini cukup sederhana dan tentu tidak akan menyulitkan bagi penggunanya. Pembukuan yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan tersebut nantinya akan mempermudah pengusaha kecil mendapatkan dana segar pihak ketiga atau investor karena syarat layak mendapatkan pinjaman adalah laporan keuangan terstandar. Seiring dengan teratasinya kendala modal tersebut, kendala pemasaran dan sumberdaya yang sesuai akan bisa diambil jasanya sejalan dengan perwujudan perubahan kualitas dan kuantitas produksi. Semisal peningkatan perwajahan produk dan kemasan jual.

Pemerintah sebagai tempat mengadu rakyat memiliki peran vital dalam mengembangkan jiwa entrepreneurship bagi yang mau berupaya memajukan usahanya. Peran vital tersebut memperjelas pentingnya perbaikan pengelolaan usaha dengan segala aspeknya sebagai langkah awal membangun kemandirian ekonomi. Peran vital itu juga yang memperwajar kenapa pesta demokrasi digadang-gadang sebagai pesta rakyat, perubahan pemegang tampuk kepentingan rakyat juga diembankan harapan untuk melukar kendala usaha rakyat.

Kebijakan pro rakyat juga harus memperluas akses pasar dan akses informasi usaha rakyat yang hari ini masih terbatas. Harapan tersebut bisa diwujudkan melalui kebijakan strategis yang tegas berbentuk dukungan aplikatif dan membumi. Pendampingan dari Klinik UKM ataupun jasa pendampingan dari Klinik/lembaga yang memfokuskan diri dalam kegiatan serupa dalam rangka membantu pemerintah memacu perkembangan ekonomi melalui sektor UKM juga patut diapresiasi keberadaannya. Sehingga tercipta kerjasama percepatan pembangunan ekonomi rakyat berbasis semangat korsa.

Pengembangan usaha kecil dan menengah sebagai bentuk peningkatan kualitas ekonomi rakyat, jelas menjadi tanggungjawab pemerintah. Menjadikan pengembangan usaha kecil dan menengah sebagai salah satu fokus pemerintah tidak hanya merupakan kebijakan pro rakyat yang nantinya akan bermetamorfosis menjadi asset utama daerah jika diberikan pendampingan berkelanjutan. Namun ditingkat lebih lanjut akan membentuk emperial usaha bangsa karena juga berfungsi sebagai pondasi kemandirian ekonomi nasional.

Kita berharap pertemuan yang diinisiasi Kementrian Koperasi dan UKM pada Juli 2013 lalu yang menginisiasi pendampingan usaha kecil dan menengah nasional dengan kombinasi tujuh sub program diantaranya pemagangan nasional, gerakan kewirausahaan nasional, pengembangan kurikulum pendidikan kewirausahaan, pemberdayaan konsultan pendamping UKM, pembinaan organisasi, jaringan konsultan bisnis UKM, dan terakhir adalah revitalisasi klinik UKM, tidak hanya sekedar menjadi program seremonial karena harus diwujudkan secara nyata sampai ke daerah sehingga benar-benar menjadi program penyejahteraan rakyat.

Pada akhirnya program yang “jangan sampai harus dalam jangka panjang” mewujudkan bangsa yang berdikari secara ekonomi sebagaimana diserukan oleh Bung Karno dalam Tri Sakti akan bisa dicapai.

Jumat, 21 Maret 2014

Sory Mangkir Lagi

Maaf, ittu kata pertama yang ingin kutulis, mengingat janji yang waktunya telah terlewati. Kau mungkin kesal karena telat itu hal yang sulit ditoleransi. Namun begitulah kawan, ada hal-hal yang membuat kita jadi kurang ajar. Yang sekalipun kita tak ingin, tapi tetap kita lakukan. Sesekali ataupun berulangkali aku atau kamu tentu pernah begitu. Hahaha. Ada yang memberi sakit pun kekesalan yang dipendam. Kita sama-sama tau.
Terkadang ada masa aku rindu kebebasan bereksplorasi yang hari ini utuh terlampiaskan pada kegarangan bertulisan. Kupacu penyelesaian mimpi-mimpi yang tertunda. Kujalankan strategi percepatan untuk hidup mandiri. Cepatnya mungkin bertahun, tapi lamanya tentu berbatas. Dan tetap saja rindu ke masa lalu itu ada. Bukan sebab apa, tapi karena yang pernah kita jalani adalah kenangan, bukan sekedar kesenangan.

Suatu saat aku pasti kembali, tidak hanya menyokong tapi akan terlibat penuh dalam pembangunan dinasti bisnis yang telah tercetak biru dalam mimpi-mimpi kita dulu. Semoga aku tak terlambat.

Selasa, 05 Februari 2013

Saat Kita Ragu Menempuh Jalan Mimpi

Tulisan ini didedikasikan untuk semua pelajar, pelajar.
Saudara-saudara pelajar, realitanya kita hidup selingkungan dengan masyarakat rasional. Masyarakat dengan harapan yang besar dan nyali yang tak sepadan. Mengukur bayang-bayang saat matahari sejajar dengan ubun-ubun, sehingga mimpi-mimpinya menjadi jenazah sebelum sore datang. Dan kemudian menyesali panjangnya bayang-bayang yang ia temui saat matahari hendak ke peraduan.

Sabtu, 12 Januari 2013

Kesempatan Menjadi Kaya dan Berbuat Dosa

Jika Anda hendak memprotes penampilan ataupun cara berpakaian saya, lakukanlah. Tapi Anda mesti percaya bawa hal itu tidak akan membuat anda mengungguli saya. Karena hal tersebut hanya soal peraturan dan cara pandang. Bukan pengetahuan baru. Saya jauh dari niat hendak memaksa untuk ikut pada teori-teori ilmiah yang serba rumit itu, namun saya hendak menawarkan teori-teori hidup yang sama-sama kita jalani di masing-masing momentumnya.

Senin, 05 November 2012

Rokok

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِيم


(Sebuah Kenangan Bersama Nenek)

Saya ada di masa lalu. Dirumah kebesaran keluarga kami. Rumah kebesaran yang hanya bisa disebut secara adat; rumah gadang-bernama sesuai dengan fungsi dan fisiknya. Dari sana saya belajar, yang diharapkan dari nama adalah kesesuaian dengan fungsi atas keberadaan sesuatu. Hingga saya menekankan pada diri sendiri, untuk “arif” maka saya harus berilmu, cara utamanya banyak membaca. Untuk “rahman” saya harus kaya, caranya dengan banyak mencoba.

Selasa, 14 Agustus 2012

Menyapih Entah I

Adakalanya kemanusiawian kita kesulitan menemukan tempat bercerita, karna dunia dan seisinya seakan bersepakat untuk lebih senang menghakimi daripada memotivasi. Wajar, optimisme menjadi sikap yang semakin langka di usia muda.

Senin, 04 Juni 2012

Kenapa Saya Bersepakat Dengan Sartre

Yang akan terjadi pada pohon dan burung beo sebelum eksistensinya jelas dapat diketahui, tetapi manusia adalah wujud pertama yang serba belum jelas: Ia akan berupa apa? Ia akan menjadi apa? Apa yang akan diperbuat terhadap dirinya? Apa yang akan dipilih sebagai esensinya?
-Sartre-

Bahagia itu Gampang

Bahagia itu gampang, sederhana dan tak muluk-muluk. Untuk bahagia, cukup dengan melakukan hal-hal yang tak kita senangi untuk beberapa lama. Lalu kembalilah pada kehidupan normal kita yang biasa. Itulah saat yang disebut bahagia.
Tak cukup meyakinkan?

Pertama mari kita definisikan bahagia itu apa. Bahagia adalah perasaan senang yang bisa dikenang. Sesederhana itu? Iya! Lalu bagaimana dengan berkumpul bersama teman-teman, kita tertawa waktu itu. Bagaimana juga dengan bermain basket dan sepakbola, kita lupa permasalahan kita masa itu. Semua itu terasa menyenangkan.

Minggu, 15 April 2012

Kau Bacalah Apa Yang Kutulis IV


Lalu kutuklah kebenaran dengan kebenaran, dan mari bersaksi untuk langkah-langkah goyah yang tidak menghentikan laju pembangkangan. Kadang saling mengenal itu yang membuat kita sangat paham bagaimana harusnya menyakiti. Untung-untung pada esok yang entah bila, hati manusia yang sekepal itu dibungkus sabar yang tak ditetapkan batasnya.

Dari Kakak Kepada Adik-Adiknya


Untuk adik-adik yang menungguku menjadi sarjana.

Dik, kakak minta maaf tidak menjadi sarjana tepat waktu. Maaf jika itu mengurangi kebanggaanmu pada seorang kakak yang kau percaya. Aku baru menyadarinya hari ini dik, saat aku memakai masa menunggu pembimbing yang juga banyak kerja. Aku diserasehan sesal ini teringat padamu dik. Tentang tanyamu yang penuh harap; “kapan kakak wisuda?”.

Senin, 12 Maret 2012

M2S2P

Dik, tak seharusnya kau merasa dunia sedang tak ramah. Disepanjang jalan hidup, pasti ada lobang yang kita bahkan tak sengaja terjang. Tapi bukan berarti hidup sampai disana. Kita tak boleh berhenti sebelum sampai ditujuan. Atau kau memilih untuk pulang dengan menundukkan kepala? Jika demikian, jangan mengaku sebagai adikku.

Baik Yang Ada Tapinya

Langkah-langkah bergegas, seakan hari esok adalah kemustahilan. Waktu terasa begitu cepat sekalipun lama detik tak pernah berubah, jumlah menit dan jam selalu sama. Bayang ember hati akan segera terpenuhi membuat raga berikhtiar melewati persen seratus, memastikan kejayaan sebelum finish itu sebenarnya faktor yang paling penting. Besar raihan itu serahkan rela-rela pada Yang Maha Kuasa.

Minggu, 19 Februari 2012

Membentuk Sejarah

Jika sejarah ada disemua tempat, lalu sudut mana di dunia ini yang tidak ada peristiwa?

Setiap detik itu jelas peristiwa, namun kesan tidak ditempatkan dalam kadar sama untuk setiap detik kita. Kita sendiri tidak menyediakan diri untuk mengingat apa yang terjadi disetiap tanggal, indikasi bahwa sejarah punya tempat sendiri. Sejarah memang hasil besar dari perilaku, hipotesis awal bahwa ia bisa diciptakan. Dan kebesarannya tetap tergantung proses.

Senin, 13 Februari 2012

Kata-Kata Untuk Anakku Nanti I

Nak, aku tak akan marah jika saat kuliah kau wisuda terlambat, walau sangat terlambat. Pun ketika engkau memperlihatkan nilai "D" ataupun "E" bak air yang tumpah saat kau mengatakan yang kejar itu menjadi HAMKA yang baru, Haji Agus Salim yang baru, Muhammad Yamin, ataupun Tan Malaka yang baru. Aku tak marah nak.

Berwisata ke Rumah Sakit

Aku berwisata ke rumah sakit, menikmati ngilu melihat ringkih tubuh bermacam usia. Bayi memekikkan tangis sesaat, remaja yang tak sanggup menghapus airmata, dewasa mengaduh si renta benar-benar tak cukup daya. Kau ingat keluarga mereka yang setia dengan raut tak sama? Kejam bukan.

Sabtu, 07 Januari 2012

Nasionalisme Anak Kampung !


Aku bukan anak gaul yang didefinisi impian-impian mentah. Juga bukan si kampungan yang bikin geregetan. Aku hanya anak kampung biasa, dan aku bangga !

- Didedikasikan buat orang kampung.

Dalam mahkamah sejarah keberhasilan induk semang, pemilihan anak buah dan kematangan strategi diberi label wajib tanpa tedeng latar belakang. Sehingga kau yang numpang menikmati keasrian kampung tak pantas merasa lebih layak. Ini negeriku, aku tak perlu minta izin merasa bangga pada siapapun, dan tak perlu merasa perlu melebihkan siapapun dari keberadaan yang hendak menindasku. Sekaya-kayanya orang berharta, bentuk KTP kita masih sama.Pakaian biasa dengan cipratan lumpur, pembungkus tubuh yang masih bernyawa ini, jika sempat kau jadikan alasan ketinggian stratamu maka kau baru saja memulai perang yang tak akan pernah kau menangkan ! Dan aku siap terjun ke dalam peperangan yang aku tidak mempunyai kemungkinan untuk kalah.

Selasa, 22 November 2011

Menjadi Lebih Baik


An answer of my beloved sisters question.
Specially write for all people in my life.

Manusia berada dalam ikatan taqdir sebagai makhluk sosial, yang membuatnya memiliki kebutuhan terhadap orang lain. Kebutuhan untuk pengakuan atas keberadaanya. Saya katakan demikian karena kita selalu senang ketika diberi perhatian, merasa tersanjung saat dipuji, dan bangga saat prestasi kita diakui. Saat semua hal tersebut tidak kita peroleh, maka selalu terasa ada yang kurang. Rasanya kurang manusia, heheh.

Minggu, 06 November 2011

Dialog Tentang Status Kerapuhan Manusia


Status dan komentar facebook yang di upgrade menjadi catatan ini bukan karena / untuk sesuatu yang berkorelasi dengan  ketidakbaikan. Semoga Catatan ini memberi kebaikan bagi yang membacanya.

Status: Pada dasarnya semua orang itu rapuh...oleh karena itu kita butuh saling menguatkan untuk mengatasi kerapuhan...
( Status ini mendapat like dari lima orang.)

Minggu, 27 Maret 2011

Persahabatan


Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?...
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dank au panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian. Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” dikalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimua tiada kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya, karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat dan keinginan terlahirkan bersama sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Dikala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita, karena yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, Nampak lebih agung daripada tanah ngarai daratan.
Dan tiada lain maksud dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, diluar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan, hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu…. Jika ia harus tau musim surutmu, biarlah dia mengenal musim pasangmu. Gerangan apa sahabat itu? Hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekedar bersama dalam membunuh waktu???...
Carilah ia u/ bersama menghidupkan sang waktu!!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu…
Dan dalam manisnya persahabatan, biarlah ada taw aria berbagi kebahagiaan…
Karena dalam titik” kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan…

Jumat, 07 Januari 2011

Tulisan Tak Sempurna (Untuk Sahabat)


Sobat…

Pelangi hari ini tak akan pernah sama dengan hari kemaren. Lewat cercahan warna-warna yang tabu, juga lewat bulir mutiara-mutiara cair dari permadani awan, kutiupkan sumpah persahabatan. Saling berbagi, saling tolong, dan saling bernuansa.

Lewat selimut panas matahari kusenandungkan sekelumit harapan diatas jiwa-jiwa yang gersang, kulantunkan jua detak-detak mesiu rindu yang semakin lama semakin rancu. Hingga tak pernah ada yang tau kita tlah kembali pada titik awal berdiri, gamang. Rapuh, mungkin pula tumbang atau ditumbangkan.

Kembali lagi. Dan sudah pasti kembali pada pelampiasan terakhir, airmata! Pengembalian ini takkan nikmat tanpa sedu-sedan yang menghabiskan hari, membantai naluri, berlanjut pada penyembelihan hati. Jadilah kita manusia-manusia beraga karang tapi berjiwa angin. Ingin kusampaikan kata kasihan. Sayang, aku sangat benci manusia seperti ini.

Sahabat…

Lewat hari yang akan kita lewati, bangkitkan dunia baru yang ungu, penuh harapan, tanpa putus asa! Berjuang diantara kerikil dan gunung karang dunia, berontak pada jiwa-jiwa diktator. Kukatakan ini, karena kuyakin kau mampu…

(Tulisan ini belum selesai, tapi sungguh, saya menikmati keluguan saya didalamnya)