Arif Rahman

Penulis Buku : "Ketika Udara Terjungkir Di Bawah Langit Bumi.

Arif Rahman

Jasa Ghost Writer Professional.

Arif Rahman

Arif Rahman dan yulia Diana.

Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 April 2014

Jasa Penulis Bayangan

Anda mungkin terkenal hari ini, tapi untuk membuat Anda "Dikenal Disetiap Esok" Anda harus membuat Biografi.


Melayani jasa penulisan Biografi / Ghost Writer. Sekaligus melayani jasa cetak buku (Kerjasama dengan penerbit buku ternama di Indonesia). Harga bersaing, karya berkualitas.
Abadikan pikiran, ucapan dan tindakan Anda dalam perjuangan menggapai kehidupan impian. Sebarkan prinsip dan nilai-nilai hidup Anda dalam mengarungi pasang-surut kehidupan.Kepada anak cucu, masyarakat dan bangsa melalui penulisan dan penerbitan buku kisah hidup (biografi, autobiografi, memoar dan novel biografi). 
Keberadaan buku kisah hidup Anda, akan melengkapi perjalanan hidup Anda dan menjadikan hidup Anda "lebih hidup".Hidup yang bermakna, penuh warna, indah dan menakjubkan.
Buku kisah hidup Anda adalah mata air sumber inspirasi, motivasi, wawasan dan teladan hidup yang bermanfaat mendorong setiap individu dalam masyarakat dan bangsa terus bertumbuh, meningkatkan kualitas diri, prestasi dan kontribusi sebagai pribadi unggul di berbagai bidang kehidupan.
Setiap orang punya kisah hidup yang menarik dan bernilai bagi orang lain. Kisah hidup Anda beserta hikmah yang terkandung di dalamnya adalah kekayaan paling berharga yang penting diwariskan kepada keluarga, masyarakat dan bangsa, yang nilai manfaatnya jauh lebih besar dibanding warisan harta benda. Yang pengaruhnya luas dan abadi sepanjang masa.
Jika Anda membutuhkan Penulis dan Penerbit yang fokus di bidang Buku Kisah Hidup (biografi, autobiografi, memoar, dan novel biografi)

Hubungi: 0852 2666 2671
Contoh tulisan bisa dilihat di arcyd NOT ALONE
Tulisan baru diupdate per-tanggal 10 setiap bulannya.
Sya suka menulis tapi bukan jurnalis, saya suka berjalan ke banyak tempat tapi bukan penjelajah.

Jumat, 21 Maret 2014

Sebuah Simpuh Dari Jauh Untuk Ibu


Bu, kembali anakmu bersimpuh dari jauh meminta ridho dan maafmu Bu…

Mungkin aku terlalu cepat pergi sementara baktiku padamu masih belum kau rasakan. Maaf Bu, telah lengkap pengorbanan membuat pundakmu ringkih untuk menyapih hidupku. Selengkap durhaka dan tekanan dari kekurangajaranku. Aku ingin pulang Bu…
Bergolek dipangkuanmu…

Karena entah bagaimana tuhan memberikan damai waktu itu, hingga aku merasakan manja menjadi bayi lagi dalam tubuh dewasa yang orang sebut awet muda.

Kemarin aku pamit pergi melalui pengorbanan yang engkau tabah-tabahkan. Aku tau Bu, aku anak yang paling kau sayang, sekalipun tak pernah kau ucap (saudara-saudaraku pada iri nih, sory bro..!!).

Aku akan pulang Bu, aku akan pulang dengan kabar baik. Tunggu aku Bu…

Sory Mangkir Lagi

Maaf, ittu kata pertama yang ingin kutulis, mengingat janji yang waktunya telah terlewati. Kau mungkin kesal karena telat itu hal yang sulit ditoleransi. Namun begitulah kawan, ada hal-hal yang membuat kita jadi kurang ajar. Yang sekalipun kita tak ingin, tapi tetap kita lakukan. Sesekali ataupun berulangkali aku atau kamu tentu pernah begitu. Hahaha. Ada yang memberi sakit pun kekesalan yang dipendam. Kita sama-sama tau.
Terkadang ada masa aku rindu kebebasan bereksplorasi yang hari ini utuh terlampiaskan pada kegarangan bertulisan. Kupacu penyelesaian mimpi-mimpi yang tertunda. Kujalankan strategi percepatan untuk hidup mandiri. Cepatnya mungkin bertahun, tapi lamanya tentu berbatas. Dan tetap saja rindu ke masa lalu itu ada. Bukan sebab apa, tapi karena yang pernah kita jalani adalah kenangan, bukan sekedar kesenangan.

Suatu saat aku pasti kembali, tidak hanya menyokong tapi akan terlibat penuh dalam pembangunan dinasti bisnis yang telah tercetak biru dalam mimpi-mimpi kita dulu. Semoga aku tak terlambat.

Jumat, 31 Januari 2014

Jasa Menulis Biografi/Ghost Writer


Anda mungkin terkenal hari ini, tapi untuk membuat Anda "Dikenal Disetiap Esok" Anda harus membuat Biografi.
 Melayani jasa penulisan Biografi / Ghost Writer. Sekaligus melayani jasa cetak buku (Kerjasama dengan penerbit buku ternama di Indonesia). Harga bersaing, karya berkualitas.
Abadikan pikiran, ucapan dan tindakan Anda dalam perjuangan menggapai kehidupan impian.
Sebarkan prinsip dan nilai-nilai hidup Anda dalam mengarungi pasang-surut kehidupan.
Kepada anak cucu, masyarakat dan bangsa melalui penulisan dan penerbitan buku kisah hidup (biografi, autobiografi, memoar dan novel biografi). 
Keberadaan buku kisah hidup Anda, akan melengkapi perjalanan hidup Anda dan menjadikan hidup Anda "lebih hidup".Hidup yang bermakna, penuh warna, indah dan menakjubkan.
Buku kisah hidup Anda adalah mata air sumber inspirasi, motivasi, wawasan dan teladan hidup yang bermanfaat mendorong setiap individu dalam masyarakat dan bangsa terus bertumbuh, meningkatkan kualitas diri, prestasi dan kontribusi sebagai pribadi unggul di berbagai bidang kehidupan.
Setiap orang punya kisah hidup yang menarik dan bernilai bagi orang lain. Kisah hidup Anda beserta hikmah yang terkandung di dalamnya adalah kekayaan paling berharga yang penting diwariskan kepada keluarga, masyarakat dan bangsa, yang nilai manfaatnya jauh lebih besar dibanding warisan harta benda. Yang pengaruhnya luas dan abadi sepanjang masa.
Jika Anda membutuhkan Penulis dan Penerbit yang fokus di bidang Buku Kisah Hidup (biografi, autobiografi, memoar, dan novel biografi)

Hubungi: 0852 2666 2671
Contoh tulisan bisa dilihat di arcyd NOT ALONE
Tulisan baru diupdate per-tanggal 10 setiap bulannya.
Saya suka menulis tapi bukan jurnalis, saya suka berjalan ke banyak tempat tapi bukan penjelajah.



Minggu, 27 Oktober 2013

Jumpa Kita di Oktober

Tulisan ini bukan untuk dipahami.

Saya pulang setelah jalan-jalan yang tak lama pada 1 Oktober lalu. Tidak banyak yang berubah dan tak banyak menarik tapi dipenuhi kejutan luar biasa. Ide adalah bukan ide lagi. Saya jalan-jalan ke beberapa tempat dalam waktu belakangan, sayangnya saya hanya mencari dan tak menemukan. Saat bertemu malah terlarang saya dapatkan.

Kamis, 20 Desember 2012

Caraku Memaksamu Mencintaimu

Waktu memaksa aku mengaku bahwa semesta telah mengerut jadi satu dalam wujudmu.

Siang adalah malam saat kupertemukan kelopak untuk bermimpi tentang kita,

dan dunia serasa sangat ramah.

Aku tak ingin berikhtiar dalam cinta kanak-kanak,

yang aku tau aku bersedia melukar zaman dengan visi bersama.

Aku ingin saling mengenal, berdua memahami dan tolong menolong dibawah atap yang sama.


NB: Nubuah cinta ini dipesan oleh sahabatku Rezi Maswar yang ingin mengungkapkan perasaan pada wanita yang ia percaya mampu menjadi ustadzah bagi generasinya.

Koto Nan Ampek, 21 Desember 2012

Senin, 05 November 2012

Rokok

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِيم


(Sebuah Kenangan Bersama Nenek)

Saya ada di masa lalu. Dirumah kebesaran keluarga kami. Rumah kebesaran yang hanya bisa disebut secara adat; rumah gadang-bernama sesuai dengan fungsi dan fisiknya. Dari sana saya belajar, yang diharapkan dari nama adalah kesesuaian dengan fungsi atas keberadaan sesuatu. Hingga saya menekankan pada diri sendiri, untuk “arif” maka saya harus berilmu, cara utamanya banyak membaca. Untuk “rahman” saya harus kaya, caranya dengan banyak mencoba.

Minggu, 08 Juli 2012

Pelajar di Sekolah yang Tak Tinggi

Tulisan ini adalah bentuk keprihatinan tentang Kita, Saudaraku"

Saya seorang pelajar dari sebuah sekolah. Bukan sekolah tinggi karna isinya rata-rata menengah kebawah. Sekolah ini juga punya tingkatan dan ijazah disetiap tingkatnya. Para pelajar disekolahku tidak mengenal teman, karna pelajar lain adalah saudara. Karna itu kami saling menjaga. Kami tak pernah diajarkan meminta kembali sebungkus Supermi yang kami beli dan dimakan saudara kami saat kelaparan.

Selasa, 22 Mei 2012

Ahh Skripsi

True Story of Tabanam Family
Rencana pergi ke Padang hendak menghilangkan suntuk, refresing sekejap memandang ombak, mendengar deburnya, dan merasakan sapuan angin laut. Maklum, dikampung hanya ada bukit dan gunung. Dan soal skripsi seakan tiada habisnya. Sampai di Padang,  baru saja turun dari angkutan antar kota ada yang menegur, lembut, sangat familiar dan menggetarkan. Wujudnya Ketua Jurusan, Pak Dosen tercinta. Lalu dialog singkat itu dimulai;

Minggu, 08 April 2012

Malas Mikir II


Aku bertanya-tanya, untuk dosa yang manusia sengaja lakukan. Bagaimana cara membuat tuhan memberi ampun dengan segera. Jika dosa terjadi dengan tidak sengaja, jangankan tuhan, manusia bisa maklum.

Perjalanan Rindu


Aku mau jalan-jalan. Sendiri. Yang jauh. Kebut-kebutan. Pelan. Makan apa saja yang kumau. Berhenti dimana saja aku ingin. Melaju kemana saja aku berkehendak. Aku tak ingin menunggu lama, telah kutemukan arahnya, dan aku akan pergi.

Kamis, 15 Maret 2012

Sifat Laki-Laki (SLM)

Engkau wanita yang mulia dan yang rindu dimuliakan oleh belahan jiwa yang dipantaskan oleh Tuhan dengan keindahan pribadimu, berikut ini adalah sifat laki-laki yang semoga disatukan kedalam diri belahan jiwamu.

Senin, 12 Maret 2012

M2S2P

Dik, tak seharusnya kau merasa dunia sedang tak ramah. Disepanjang jalan hidup, pasti ada lobang yang kita bahkan tak sengaja terjang. Tapi bukan berarti hidup sampai disana. Kita tak boleh berhenti sebelum sampai ditujuan. Atau kau memilih untuk pulang dengan menundukkan kepala? Jika demikian, jangan mengaku sebagai adikku.

Baik Yang Ada Tapinya

Langkah-langkah bergegas, seakan hari esok adalah kemustahilan. Waktu terasa begitu cepat sekalipun lama detik tak pernah berubah, jumlah menit dan jam selalu sama. Bayang ember hati akan segera terpenuhi membuat raga berikhtiar melewati persen seratus, memastikan kejayaan sebelum finish itu sebenarnya faktor yang paling penting. Besar raihan itu serahkan rela-rela pada Yang Maha Kuasa.

Rabu, 07 Maret 2012

Malas Mikir I

Tuhan,, hamba minta maaf,, lagi. Atas harapan merah muda yang terlalu mengada-ada. Hamba berharap tak mengeluh hari ini, kebulatan tekad untuk menyadari apa yang Engkau tetapkan dengan ketuhanan.

Minggu, 19 Februari 2012

Cara Bunda Kecewa

Aku tak berani bercerita pada Ibu, tentang pergantian siang menjadi malam. Karna wajah Ibu tlah pucat oleh beban yang kami jarang sekali bantu. Tapi berat ini rasanya tak kuat kuangkat sendiri. Ahh, beban Ibu tentu lebih berat. Dan ia tak pernah mengeluh. Senyumnya itu yang membuat kami percaya. Percaya pada kekuatan, kelapangan hati dan kebesaran cintanya untuk kami.

Senin, 13 Februari 2012

Berwisata ke Rumah Sakit

Aku berwisata ke rumah sakit, menikmati ngilu melihat ringkih tubuh bermacam usia. Bayi memekikkan tangis sesaat, remaja yang tak sanggup menghapus airmata, dewasa mengaduh si renta benar-benar tak cukup daya. Kau ingat keluarga mereka yang setia dengan raut tak sama? Kejam bukan.

Jumat, 02 Desember 2011

Sudahkah Kau Menikah?

Bagaimana kabarmu?
Sudahkah kau menikah?

Ingin sekali kuajukan soal demikian.

Aku tau, kita tak akan bertemu untuk sesuatu yang sifatnya basa-basi. Sekarang semuanya terkesan lebih formal dan kaku. Tak begitu perlu pemahaman tentang bagaimana menyesali keberadaan  komunikasi yang bebal ini. Kita sama-sama berjasa akan keberadaannya. Bahkan, untuk sepatah maaf saja tak satupun diantara kita yang bisa mengucapkannya dalam canda. Bahkan, tawa yang kita bagi tidak semanis masa kecil dulu. Bahkan, dijarak sedekat ini hati kita terasa menjauh. Oh, bukan lagi terasa, kenyataannya demikian.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Refleksi 21 Agustus

Seorang teman pernah berkata: “The awkward moment when people say Happy Birthday to you, and you just stand there clue less”.


Hari ini 21 Agustus lagi untuk tahun yang pernah saya temui. Meski jumlahnya telah lebih dua puluh, tak penuh jari tangan sebelah yang membuatnya maknanya bisa kupahami sebagai hari jadi. Lebih sedikit lagi yang memantaskan momentnya sebagai kenangan manis. Tapi aku telah biasa, hal apapun tergantung persepsi yang memandang (menghibur diri dengan berpikir positif).

Seperti tahun lalu, kali ini 21 Agustus mendapat tempat di bulan ramadhan, yang tuhan janjikan kebaikan berlipat disetiap detiknya. Bedanya, orang-orang baik yang ada disekitarku mungkin tak lagi sama. Bertambah atau berkurang, entahlah. Yang pasti dihatiku wajah lama tak pernah hilang, wajah orang-orang baik.

Dari 21 Agustus pertama (yang kusadari), sampai 21 Agustus hari ini, aku tak pernah menghitung berapa hati yang kusakiti. Tak jua mengkalkulasi perilaku tak baik yang kunikmati (setiap detiknya). Jika saja buku pencatat amal itu halamannya terbatas, mungkin malaikat Atid (yang mencatat amal tak baik) telah seringkali meminta buku tambahan untuk mencatat amalku yang tergolong dosa. Dan jika saja malaikat punya rasa iri, telah tinggi tumpukannya setiapkali melihat Raqid (malaikat pencatat amal tak baik) ongkang-ongkang kaki, yang jangankan meminta tambahan buku, halaman pertama saja mungkin belum penuh. Seandainya saja buku itu diperjual belikan, aku termasuk sebab kenapa penjualnya bisa menjadi orang kaya dalam hal materil.

Berbanding terbalik amaliyahku dengan mereka orang-orang yang tuhan sediakan tempat di syurganya. (Salah satu pengetahuan bahasa yang kuingat dalam menyatakan nama tempat, jika awalan “di” dipisah dari kata sesudahnya berarti tempat itu jauh dari subjeknya. Jarakku memang jauh dari syurga itu sendiri, sangat jauh. Tapi aku ingin ada disana suatu ketika nanti. Sehingga jika mendengar kata kado, aku berdo’a; “semoga 21 Agustus ini Allah SWT memberi kado berupa puasa yang diterima, pahala yang banyak, lailatul qadar yang mulianya setara seribu bulan dalam limpahan ridha Allah SWT serta hidayah bagi setiap umatnya terutama yang berhari jadi dibulan yang mulia ini. Amin yaa rabbal alamiin). Aku berani berdo’a demikian, karna aku percaya pintu ampunan tuhan selalu terbuka karna rahmanNya yang tidak terbatas. Allahuakbar.

(Tulisan ini ditulis bukan untuk mengecilkan apresiasi hari jadi yang disampaikan kepada saya. Saya menulisnya sebagai penghargaan kepada siapa saja yang menganggap hari jadi itu ada.)

NB: Tulisan ini dikirim dari masa lalu, 18 Agustus 2011

Malam Kedua Ramadhan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…


Saya telah do’akan kebaikan atas anda pada bagian awal tulisan ini, semoga anda menyadari hukum menjawabnya dan sadar akan kebutuhan saya saat anda melantunkan jawaban. Dan yang terpenting, ikhlas…

Malam ini malam kedua Ramadhan 1432 Hijriah. Aku tak mengunjungi mushola ataupun mesjid untuk sholat  Tarawih berjama’ah. Semangatku kehilangan daya. Dan aku hanya diam saat bunda melongokkan wajahnya kekamarku, mengingatkanku untuk sholat. Entahlah, rasanya di dunia tak ada siapa-siapa. Atau mungkin aku yang terlalu sibuk dengan duniaku sendiri, yang tak ada apa-apa disana, tak ada siapa-siapa disana.

Malam ini aku hanya ingin sendiri, kuminta adikku yang paling bungsu mencari tempat sendiri diluar wilayah otonomku. Aku tau ia kecewa karna mungkin baginya waktu telah berjalan cukup lama supaya aku memberinya izin memegang stick dan memainkan FC Wristlet, group master league-nya dalam game Winning Eleven. Tapi ia menurut, dengan lembut dan senyum tipis yang ikhlas. Pengertian yang kita dan aku jarang praktekkan.

Setelah ia keluar, aku hanya menekur. Agak lama, mencari asal sepi. Dan dibelakang tulang igaku sebelah kiri terasa perih. Kesalku berontak, dalam hiba.

Aku mencoba sabar, sulit. Dadaku tak cukup lapang untuk kata itu. Sehingga setiap sinis setipis apapun, atau sindiran sehalus apapun, yang asalnya dari siapapun, mataku mendadak lebih tajam dari yang diperlihatkan elang. Bisa juga sebaliknya, dipejam rapat-rapat seiring gemeretuk gigi. Supaya tak terlalu tumpah keluar, menyakiti.

Banyak orang menawarkan tempat dimana aku bisa membaginya, agar mereka bisa mengerti bagaimana bisa memahami kerapuhanku. Dan prilaku pesaing juga datang dari sumber yang sama, berkali-kali. Dengan keegoisan stadium terparah aku memohon untuk dimengerti, yang aku sendiri tak mampu melakukannya.

Aduh, kepalaku terantuk saat mencoba bersandar.

Kata-kataku malam ini; “sebenarnya tidak ada orang yang memilih-milih pekerjaan, yang ada itu orang yang malas bekerja”. Kata-kata barusan itu hanya selingan, sebelum kulanjutkan kisah pesakitan dibelakang tulang iga sebelah kiri.

Ughh, kepalaku rasanya sakit sekali. Kulanjutkan saja tulisan ini esok hari.

Aku ingin keluar rumah, mencari hal-hal yang bisa merapikan kekacauan dalam kepalaku. Aku ingat, kemaren Rezi datang kerumah. Rezi ini manusia yang tak pernah bisa diam. Ia pejalan sejati, seringkali menyenangkan melakukan perjalanan bersamanya. Aku menyambutnya dalam keadaan setengah sadar. Dan samar aku ingat ia mengajakku hunting foto ke Koto Tinggi, kampung asalnya Tan Malaka, tempat pertahanan terakhir republic ini di masa PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) setelah Indonesia merdeka. Saat telah benar-benar sadar, kusesali kekurangsadaranku. Mengesalkan.

Kurang sadar bukan berarti kurang waras. Kurang sadar berarti belum bisa menguasai diri guna mengenali keadaan sekitarmu sepenuhnya untuk sesaat itu saja. Kurang waras artinya kau layak mengunjungi Rumah Sakit Jiwa, dan aku waras. Bukti kewarasanku, aku minta maaf telah mengatakan kau layak mengunjungi Rumah Sakit Jiwa.

Peace…